Soppeng-Pemerintah Kabupaten Soppeng mengambil langkah taktis dalam menyongsong penilaian Adipura 2026 serta Gerakan Indonesia ASRI.
Melalui rapat koordinasi lintas sektor yang digelar di Aula Kantor Gabungan Dinas, Jumat (9/10/2026), Bupati Soppeng Suwardi Haseng menginstruksikan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk bergerak serentak.
Fokus utama pengawasan diarahkan pada volume timbulan sampah di Soppeng yang saat ini mencapai 96,71 ton per hari dari 70 desa dan kelurahan.
Bupati menegaskan bahwa penanganan masalah kebersihan ini menuntut tanggung jawab bersama yang tidak bisa hanya dibebankan pada satu instansi saja.
"Seluruh OPD, camat, lurah, hingga kepala desa harus turun tangan melakukan evaluasi pada titik-titik pantau Adipura di wilayah masing-masing," ujar Suwardi.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala PusPLH Sulawesi dan Maluku, Dr. Azri Rasul, turut memaparkan instrumen penilaian Adipura yang kini menitikberatkan pada keseimbangan antara aspek tata kelola (kebijakan dan anggaran) dan aspek fisik di lapangan.
Dengan dukungan alokasi APBD 2026 untuk teknologi pengolahan sampah RDF (Refuse-Derived Fuel), Pemkab Soppeng optimistis tata kelola lingkungan daerah dapat naik ke level yang lebih baik.(*)
