Iklan

Iklan

PEMKAB

SANTIAJI

KAPOLRES SOPPENG

HUT81 KAJARI

HUT81 DANDIM

HUT81 KAPOLRES

Supriansa Kedepankan Politik Santun Memimpin DPD Golkar Makassar ‎

Jumat, 16 Oktober 2026, Oktober 16, 2026 WIB Last Updated 2026-10-16T07:20:48Z



‎
‎Makassar-Ketua Harian DPD I Partai Golongan Karya (Golkar) Sulawesi Selatan, Dr. Supriansa, S.H., M.H., menyampaikan pesan reflektif mengenai pentingnya menjaga etika dan kedewasaan dalam panggung politik.
‎
‎Ia menegaskan bahwa perjalanan karier politik tidak sepatutnya diwarnai oleh upaya saling menjatuhkan demi meraih suatu posisi atau jabatan.
‎
‎​“Politik itu lentur, tak perlu menjatuhkan untuk naik. Karena semua ada waktunya,” ujar Supriansa di Makassar
‎
‎​Pernyataan tersebut mengandung filosofi bahwa setiap kader memiliki proses, momentum, dan takdirnya masing-masing. Oleh sebab itu, pencapaian seorang politisi tidak semestinya dibangun di atas kejatuhan pihak lain.
‎
‎​Pesan moral ini mengemuka seiring dipercayakannya amanah baru kepada Supriansa sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD II Partai Golkar Kota Makassar.
‎
‎Penunjukan tersebut ditetapkan langsung oleh Ketua DPD I Golkar Sulsel, Ilham Arief Sirajuddin, pada Jum'at (9/10/2026) lalu.
‎
‎​Langkah strategis ini dilakukan untuk mengisi kekosongan kepemimpinan pasca-pengunduran diri Munafri Arifuddin yang beralih ke Partai Demokrat.
‎
‎​Sebagai pemegang mandat transisi, Supriansa mengemban tugas utama mempersiapkan musda dengan menghadirkan pemimpin DPD Makassar nantinya yang bisa diterima oleh semua pihak.
‎
‎​Menyiapkan Musyawarah Daerah (Musda) Golkar Kota Makassar untuk menentukan kepemimpinan definitif.
‎​
‎​Dalam pandangan etika politik, Supriansa mengingatkan bahwa kompetisi internal maupun eksternal hendaknya dijalankan dengan kedewasaan, saling menghormati, dan tetap berorientasi pada tujuan bersama.
‎
‎Perbedaan pilihan politik maupun dinamika pergeseran posisi adalah hal wajar dalam kehidupan demokrasi.
‎
‎​Ia menekankan bahwa kualitas, rekam jejak, dan integritas seorang kader jauh lebih utama dibanding sekadar manuver politik.
‎
‎​“Tak penting mengumbar semut seakan gajah, karena pada akhirnya lalat pun bisa membedakan mana sampah, mana bunga,” tegasnya.
‎
‎​Kiasan bernas tersebut menjadi sentilan agar persoalan kecil tidak dibesar-besarkan hanya demi memburu perhatian publik.
‎
‎Supriansa meyakini bahwa masyarakat saat ini sudah semakin cerdas dalam membedakan narasi yang membawa manfaat nyata dengan tindakan yang sekadar menimbulkan kegaduhan.
‎
‎​“Tidak perlu merendahkan orang lain untuk meninggikan diri sendiri. Biarlah kerja nyata, integritas, dan waktu yang menunjukkan nilai dari setiap langkah politik kita,” pungkas Supriansa.(*)
Komentar

Tampilkan

  • Supriansa Kedepankan Politik Santun Memimpin DPD Golkar Makassar ‎
  • 0

Terkini

Topik Populer

Iklan