Makassar-Praktik literasi yang diterapkan di Al-Biruni Mandiri School baru saja menjadi saksi bisu betapa "genetika" intelektual seorang pemimpin bisa tertular dengan begitu sempurna kepada generasi penerusnya.
Hal tersebut terlihat jelas saat Wakil Bupati Soppeng, Selle KS Dalle, menghadiri acara apresiasi karya tulis siswa di Ballroom Hotel Four Points by Sheraton, Makassar, Sabtu (13/6/2026).
Di tengah gemerlap acara, perhatian publik tidak hanya tertuju pada sang Wakil Bupati, melainkan tersedot pada penampilan putrinya, Diananda (12).
Saat berdiri di panggung, Diananda mempresentasikan karya tulisnya dengan gestur dan retorika yang matang, seolah ia mewarisi ketajaman berpikir dan cara bertutur sang ayah yang selama ini dikenal kritis dan sistematis.
Melihat performa Diananda yang penuh percaya diri, hadirin seolah melihat "replika" intelektual Selle KS Dalle.
Ibarat sebuah wadah yang penuh, kecerdasan intelektual sang orang tua seakan ‘tumpah’ melalui keberanian dan kedalaman narasi yang disuguhkan sang putri.
Tidak ada keraguan dalam setiap poin yang disampaikan, menunjukkan bahwa literasi telah membentuk Diananda menjadi sosok yang kritis dan solutif sejak dini.
Selle KS Dalle, yang didampingi sang istri, dr. Rahmawati, tampak tidak mampu menyembunyikan rasa haru sekaligus kebanggaan yang mendalam.
Bagi Selle dan sang istri, momen ini adalah validasi bahwa pendidikan yang ia dukung benar-benar melahirkan buah yang berkualitas.
"Dari lembar demi lembar mimpi yang ditulis, semoga Allah menuntunmu menuju masa depan yang indah dan penuh keberkahan," tutur Selle dengan nada emosional saat menyaksikan putrinya menguasai panggung.
Selle menegaskan, kesuksesan putrinya dan rekan-rekannya tidak lepas dari program "Satu Siswa Satu Buku" di Al-Biruni Mandiri School. Baginya, ini bukan sekadar tugas akademis, melainkan investasi masa depan yang paling krusial.
"Program literasi ini berhasil memfasilitasi siswa untuk menuangkan gagasan ke dalam karya sastra maupun esai yang sistematis.Ini adalah model pendidikan yang harus menjadi referensi nasional," tegas Selle.
Di mata Selle, apa yang dilakukan Al-Biruni Mandiri School bukan sekadar sekolah biasa, melainkan sebuah dobrakan terhadap metode belajar yang selama ini kaku.
"Transformasi seperti ini harus terus digalakkan. Harapannya, kita bisa mencetak generasi yang tak sekadar cerdas akademis, tapi juga punya keberanian intelektual menghadapi tantangan zaman," ujar sahabat karib Dr. Supriansa tersebut.
