Pinrang-Kontras tajam menyelimuti Kecamatan Lembang, Kabupaten Pinrang. Di tengah megahnya fasilitas Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Bakaru yang memasok energi besar, kenyataannya sejumlah dusun penyangga di sekitarnya hingga kini masih hidup dalam kegelapan tanpa penerangan yang layak.
Kondisi ini memantik kecaman keras dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM Nusantara Sulawesi Selatan yang menilai telah terjadi ketimpangan nyata dalam pemerataan akses listrik.
Koordinator BEM Nusantara Sulsel, Rukmayana, menyayangkan infrastruktur energi vital nasional yang berdiri di tanah lokal tersebut belum sepenuhnya memberikan manfaat yang adil bagi warga setempat.
"Keberadaan Bakaru yang merupakan pembangkit besar belum sepenuhnya dirasakan manfaatnya oleh masyarakat di sejumlah kampung yang berada di sekitarnya," ujar Rukmayana, Minggu (9/8/2026).
Ia menekankan, krisis penerangan ini berdampak langsung pada lumpuhnya berbagai sendi kehidupan warga, mulai dari kelancaran proses belajar mengajar, perputaran ekonomi kerakyatan, layanan kesehatan darurat, hingga konektivitas komunikasi harian.
Atas ketimpangan yang terus berulang ini, BEM Nusantara Sulsel mendesak pemerintah dan PT PLN (Persero) untuk segera mengambil langkah nyata dan menuntaskan persoalan elektrifikasi di wilayah pelosok Pinrang.
"Negara harus hadir dan memastikan setiap masyarakat memperoleh hak yang sama atas akses listrik yang layak, aman, berkelanjutan, dan berkeadilan," pungkas Rukmayana.
