Kunjungan ini bertujuan untuk memantau langsung pelaksanaan percepatan penanggulangan dan penurunan stunting di tingkat pelayanan kesehatan dasar.
Dalam peninjauan, Wakil Gubernur Fatmawati menjelaskan bahwa Puskesmas Sewo dipilih sebagai lokasi monitoring guna melihat efektivitas penanganan di lapangan secara langsung.
“Saya sengaja datang ke sini untuk melihat langsung bagaimana penanggulangan dan percepatan penurunan stunting dilakukan di Puskesmas Sewo,” ujarnya.
Karena itu, ia mengajak seluruh 17 puskesmas di Kabupaten Soppeng untuk konsisten melakukan validasi data stunting. Menurutnya, data yang valid menjadi fondasi penting dalam menentukan langkah intervensi yang tepat sasaran.
“Semua anak yang stunting perlu dilakukan pengukuran kembali dengan antropometri. Kalau alatnya kurang, silakan ajukan ke provinsi, nanti kita bantu,” tegas Fatmawati.
Sementara Wakil Bupati Soppeng, Selle KS Dalle, menyambut hangat perhatian serta kunjungan langsung dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.
Ia menilai kehadiran tersebut memberikan dukungan moril yang besar bagi jajaran pemerintah daerah dan para stakeholder dalam menekan angka stunting.
"Ini tentu menjadi perhatian dan dukungan bagi kami dalam upaya percepatan penanganan dan penurunan stunting di Soppeng,” ungkap Selle.
Rangkaian kunjungan kerja ini turut diisi dengan interaksi langsung bersama para ibu dan balita yang mengalami masalah gizi, termasuk kasus stunting dan wasting.
Dalam kesempatan itu, diserahkan pula paket bantuan nutrisi untuk ibu dan balita serta bantuan bibit tanaman kepada masyarakat.
Sebagai informasi, UPTD Puskesmas Sewo melayani wilayah Kelurahan Bila, Desa Umpungeng, dan Desa Mattabulu.
Wilayah kerja puskesmas ini berada di kawasan berbukit dan pegunungan, yang memiliki tantangan tersendiri dalam hal aksesibilitas menuju sejumlah desa binaan.(*)
