Soppeng-Jajaran Kepolisian Resor (Polres) Soppeng bergerak masif menyosialisasikan tagline baru institusi kepolisian, “Polisi Bersama Masyarakat” dengan spirit Hadir, Mendengar, Melayani, Bekerja Bersama Masyarakat.
Gerakan ini merupakan wujud nyata penerjemahan arah kebijakan strategis Kapolri Jenderal Polisi Dr. (H.C.) Suyudi Ario Seto, yang menempatkan masyarakat sebagai poros utama pelayanan publik.
Sosialisasi tersebut dilakukan secara serentak di wilayah hukum Polres Soppeng melalui pemasangan spanduk di setiap satuan kerja hingga pemanfaatan videotron di kawasan pusat Kota Soppeng.
Kapolres Soppeng, AKBP Hari Budiyanto, menegaskan bahwa perubahan tagline ini mengusung misi substansial untuk mendekatkan polisi dengan denyut nadi kehidupan masyarakat.
"Ini bukan sekadar tagline, tapi komitmen pengabdian. Tugas Kepolisian pada hakikatnya adalah hadir untuk masyarakat, memberikan manfaat nyata, serta membuka ruang komunikasi seluas-luasnya," ujar AKBP Hari Budiyanto, Selasa (6/10/2026).
Ia memaparkan, paradigma hubungan antara polri dan publik kini bergeser dari sekadar hubungan penyedia dan penerima layanan menjadi kemitraan yang setara. Masyarakat diposisikan sebagai mitra strategis dalam merawat stabilitas keamanan dan ketertiban (kamtibmas).
Karena itu, AKBP Hari menginstruksikan kepada seluruh personel Polres Soppeng dan polsek jajaran agar menerjemahkan semangat ini ke dalam ruang kerja harian di lapangan. Setiap anggota dituntut untuk responsif terhadap persoalan warga, mendengarkan keluhan secara seksama, serta bertindak profesional dan humanis.
"Kami ingin semangat ini berakar kuat pada budaya kerja personel. Polisi harus mudah ditemui, terbuka terhadap kritik maupun masukan, serta profesional dalam memberikan pelayanan hukum," tegas perwira berpangkat dua melati di pundak tersebut.
Kapolres Soppeng mengajak seluruh elemen masyarakat di Bumi Latemmamala untuk terus memperkuat sinergi dalam menjaga situasi kamtibmas yang kondusif.
Menurutnya, keamanan bukan hanya tanggung jawab aparat penegak hukum semata, melainkan kerja kolektif yang lahir dari kuatnya komunikasi antara polisi dan masyarakat. (*)
