Iklan

Iklan

PEMKAB

SANTIAJI

HJS PEMDA

HJS AMF

HJS RS

ICCANG BARJAS

ARIYADIN

NELLY

HJS 765 KASATRES

Ketua DPRD Bikin Merinding Saat Bacakan Sejarah Soppeng

Kamis, 09 April 2026, April 09, 2026 WIB Last Updated 2026-04-09T06:33:09Z


Soppeng-Ketua DPRD Kabupaten Soppeng , Andi Muhammad Farid membacakan sejarah singkat hari jadi Soppeng dan asal mula nama Soppeng di perayaan Hari Jadi Soppeng (HJS) , ke-765 Tahun pada Rabu (8/4) , di Gedung Serbaguna Lapatau Watansoppeng.

Mengutip naskah sastra Bugis tertua La Galigo, ia menyampaikan bahwa “Iyyana sure puada adaengngi Tanae Ri Soppeng, nawalaina Sewo-Gattareng, No’ni Mabbanua Tauwe Ri Soppeng, Naiyya Tau Sewo'E Riaseng Tau Soppeng Riaja, Iyya Tau Gattareng'E Iyyana Riaseng Tau Soppeng Rilau”.

Dari naskah tersebut, disimpulkan bahwa penduduk tanah Soppeng mulanya datang dari dua tempat yaitu Sewo dan Gattareng.

Pada kesempatan itu, Andi Muhammad Farid mengisahkan bahwa kondisi sebelum terbentuknya Kerajaan , Soppeng telah dilanda kemarau panjang dan kekacauan "Sianre Bale Taue".Hingga muncul inisiatif Arung Bila mengadakan musyawarah besar yang dihadiri 30 Matoa dari Soppeng Riaja dan 30 Matoa dari Soppeng Rilau.

Saat musyawarah berlangsung, tiba-tiba 2 (dua) ekor burung Kakatua memperebutkan setangkai padi, sehingga musyawarah terganggu dan Arung Bila memerintahkan untuk menghalau burung tersebut dan mengikuti kemana mereka terbang.

Burung Kakatua tersebut akhirnya sampai di "Sekkanyili" dan di tempat inilah ditemukan seorang berpakaian indah sementara duduk diatas batu, yang kemudian bergelar Manurungnge ri Sekkanyili.

Disitulah terjadilah mufakat dari 60 tokoh masyarakat untuk mengangkat Manurunge ri Sekkanyili atau Latemmamala sebagai pemimpin yang diikuti dengan ikrar sambil memegang segenggam padi.

Kala itu, Latemmamala berikrar dengan mengangkat sumpah diatas batu yang di beri nama LAMUNGPATUE, dengan mengucapkan kalimat yang artinya: ”Isi padi tak akan masuk melalui kerongkongan saya , bila berlaku curang dalam melakukan pemerintahan selaku Datu Soppeng".

Saat itulah Latemmamala menerima pengangkatan dengan gelar Datu Soppeng, sekaligus sebagai awal terbentuknya Kerajaan Soppeng.

Dihadapan Gubernur Sulsel dan Bupati-wakil Bupati Sopppeng beserta para tamu undangan , Andi Muhammad Farid juga membacakan perumusan, penetapan Hari Jadi Soppeng , perjalanan, nama Raja/Datu hingga Bupati-wakil Bupati Soppeng dari masa ke masa yang berbunyi :

Dengan memperhatikan kejayaan sejarah Soppeng di masa lalu, serta memperhatikan masukan dari berbagai pemerhati sejarah agar ditetapkan Hari Jadi Soppeng, maka dilaksanakanlah seminar sehari pada tanggal 11 Maret 2000, yang dihadiri oleh pakar budayawan, seniman, ahli sejarah, tokoh masyarakat, alim ulama, generasi muda, dan LSM.

Kesepakatan bahwa berdasarkan perhitungan dengan menggunakan Backward Counting, maka Hari Jadi Soppeng dimulai sejak pemerintahan To Manurungnge ri Sekkanyili atau Latemmamala Tahun 1261.

Hasil kesepakatan tersebut diusulkan kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Soppeng untuk dibahas dalam Rapat Paripurna untuk ditetapkan dalam Peraturan Daerah tentang Hari Jadi Soppeng.

Penetapan Hari Jadi Soppeng

Dari hasil rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Soppeng Tanggal 12 Maret 2001, ditetapkan dan disahkan Peraturan Daerah Kabupaten Soppeng Nomor 09 Tahun 2001, Tanggal 12 maret 2001, bahwa Hari Jadi Soppeng jatuh pada tanggal 23 Maret 1261.

Perjalanan pemerintahan Swapraja dan Swatantara Kabupaten Soppeng

Selama perjalanan sejarah pemerintahan swapraja di Soppeng dengan sistem pemerintahan kerajaan, Soppeng telah dipimpin oleh 36 (tiga puluh enam) raja atau datu dengan raja/datu pertama La Temmamala yang bergelar Manurunge Ri Sekkanyili yang memerintah sekitar tahun 1261 sampai dengan 1286 dan Raja/Datu terakhir H.Andi wana matinroe ri tengngana Soppeng yang memerintah tahun 1940 sampai dengan Tahun 1957.

Dengan ditetapkannya Undang-Undang 29 Tahun 1959 tentang Pembentukan Daerah-Daerah Tingkat II di Sulawesi, maka Daerah Swapraja Soppeng berubah status menjadi daerah tingkat II yang dipimpin oleh Kepala Daerah (KDH), dan sampai saat ini telah mengalami 15 (lima belas) kali pergantian pimpinan daerah, serta 10 (sepuluh) kali pergantian pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD).

Raja/Datu Soppeng


1.La Temmamala ManurungngE ri Sekkanyili (1261-1286).
2.La Macinna (1286-1311).
3.Lamba (1311-1336).
4.We Tekkawanua (1336-1361).
5.La Makkanangnga (1361-1386).
6.La MakarellaL (1386-1411).
7.La Pawiseang (1411-1436).
8.La Pasompoi SorompaliE (1436-1461).
9.La Mannuga Towakkareng Mattinro ri Tanana (1461-1486).
10.La’de MabolongngE Mattinro RI Tanana (1486-1511).
11. La Sekkati MallajangngE ri Agelleng (1511-1536).
12.La Mataesso Puang LipuE PatolaE (1536-1561).
13.La Mapaleppe Patolae PatolaE (1561-1586). 14.Beowe PatolaE (1586-1611).
15.La Tenri Bali MattinroE ri Addatunna (1661-1654).
16.We Adang MattinroE ri Madello (1654-1666). 17.Tenri Senge MattinrroE ri Salassana (1666-1696).
18.La Patao Ranreng To Mattinroe ri Naga Uleng (1696-1714).
19.La Pada Sejati MattinroE ri Beula (1714-1721). 20.La Pareppa MattinroE ri Somba Opu (1721-1727).
21.La Pada Sejati MattinroE ri Beula (1727-1727).
22.Batari Toja MattinroE ri Luwa (1727-1737). 23.La Oddang ri U MattinroE ri Musuna (1737-1742).
24.Batari Toja MattinroE ri Luwu (1742-1744). 25.La Temma Senge MattinroE ri Mallimongan (1744-1746).
26.La Tongeng MattinroE ri Launa (1746-1747). 27.La Mappajanci MattinroE ri Launa (1747-1765).
28.La Mappapoleonro MattinroE ri Launa (1765-1820).
29.Tenri Awaru MattinroE ri Launa (1820-1840). 30.Tenri Yampareng MatinroE ri Barugana (1840-1849).
31.La Unru MattinroE ri Tengngana Soppeng (1849-1850).
32.La Onrong MatinroE ri Tengngana Soppeng (1850-1858).
33.To Lempeng MattinroE ri Tengngana Soppeng (1858-1878).
34.Abd. Gani MattinroE ri PakkasaloE (1879-1895).
35.St. Sainab MattinroE ri PakkasaloE (1895-1940).
36.H. Andi Wana MattinroE ri Tengngana Soppeng (1940-1957).

Kepala Daerah/Bupati Soppeng dan Wakil Bupati Soppeng:

1.H. A.Wana Tahun 1957 s.d 1960 Bupati KDH 2.Andi Mahmud Petta Pangulu Tahun 1960 s.d 1964 Bupati KDH.
3.A.M. Amin Daeng Situru Tahun 1964 s.d 1965 Pj. Bupati.
4.H.A.Made Alie Tahun 1965 s.d 1979 Bupati KDH.
5.Jamaluddin Muhammadong Tahun 1979 s.d 1984 Bupati KDH.
6.Drs.H.Umar Lakunnu Tahun 1984-1990 Bupati KDH.
7.H.Abbas Sabbi, SH Tahun 1990-1995 Bupati KDH.
8.Drs.HA.Paeruddin Saisal Tahun 1995-2000 , dan wakil Bupati Drs.H.M. Arsyad Kale, Tahun 1999- 2000.
9.Drs H A.Harta Sanjaya Razak Tahun 2000-2005 dan wakil Bupati Drs.H.Syarifuddin Rauf. 10.Drs.H.A.Soetomo, Tahun 2005-2010 dan wakil Bupati Drs.A.Sarimin Saransi.
11.Drs.H.A.Soetomo,Tahun 2010- 2015 dan wakil Bupati H. Aris Muhammadia.
12.Drs.H.Tautoto.T.Ranggina, Tahun 2015-2016 Pj. Bupati.
13.H.A.Kaswadi Razak 2016- 2021 dan wakil Bupati, Supriansa, SH. MH Tahun 2016-2021.
14.Idham Kadir Dalle pada 27 September hingga 4 Desember 2020 Pjs Bupati.
15.Drs.H. Andi Tenri Sessu, M.Si 18 Februari 2021 s.d 25 Februari 2021 Plt. Bupati.
16.H.A.Kaswadi Razak pada Tahun 2021-2025 dan Bupati Ir. H. Lutfi Halide.
17.Suwardi Haseng Tahun 2025 s.d sekarang dan wakil Bupati Ir. Selle KS Dalle Tahun 2025 s.d sekarang.

Pimpinan DPR-GR / DPRD

1.H.Ambo Dalle Tahun 1958-1963.
2.M. Saleh Muchtar, BA Tahun 1963-1970.
3.H.Abu Bakar Kadir Tahun 1971-1977.
4.H.A.Musradi Paki Tahun 1977-1987.
5.Ombang Soedibyo Tahun 1987-1997.
6.H. Hakum Zainuddin Tahun 1997-1999.
7.H.A.Mappajanci, BA Tahun 1999-2004 8.H.A.Kaswadi Razak Tahun 2005-2014.
9.Hj.A.Patappaunga Tahun 2014-2019.
10.H.Syahruddin M.Adam Tahun 2019-2024.
11.H.A.Muhammad Farid Tahun 2024 hingga sekarang.

Demikianlah , naskah sejarah singkat Kabupaten Soppeng yang dibacakan Andi Muhammad Farid pada perayaan peringatan Hari Jadi Soppeng (HJS) , ke-765 Tahun.

Komentar

Tampilkan

  • Ketua DPRD Bikin Merinding Saat Bacakan Sejarah Soppeng
  • 0

Terkini

Topik Populer

Iklan