Makam Datu Soppeng di Kompleks Makam Jera Lompoe , Kelurahan Bila, Kecamatan Lalabata, Kabupaten Soppeng, (Google).
Soppeng-Peringatan Hari Jadi Soppeng ke-765 Tahun pada Rabu (8/4) , diwarnai catatan miris. Ziarah ke makam para raja Soppeng, yang biasanya menjadi bagian dari penghormatan kepada leluhur, justru tidak masuk dalam rangkaian acara resmi.
Padahal, dalam berbagai sambutan, sejarah Soppeng terus digaungkan sebagai fondasi pembangunan daerah.Nilai-nilai adat dan perjuangan para pendahulu disebut-sebut sebagai pedoman.
Namun, makam raja atau Datu Soppeng yang menjadi saksi sejarah itu tampak tak kunjungi oleh Bupati-Waki Bupati Soppeng Suwardi Haseng-Ir.Selle KS Dalle beserta pejabat maupun peserta peringatan Hari Jadi Soppeng.
Beberapa tokoh masyarakat menyayangkan absennya ziarah makam para Raja atau Datu Soppeng tersebut. “Kita bicara sejarah di podium, tapi lupa menziarahi mereka yang melahirkan sejarah itu,” ujar salah seorang warga yang lupa diminta sebutkan namanya.
Ketiadaan ziarah makam ini menimbulkan pertanyaan :
Apakah peringatan Hari Jadi Soppeng dengan tema"Soppeng Sehat, Maju, Tangguh, Berkelanjutan", hanya berhenti pada seremoni, tanpa menyentuh penghormatan substantif kepada para pendiri Soppeng?
Kini, publik menunggu klarifikasi dari pemkab Soppeng terkait absennya ziarah makam Raja atau Datu Soppeng di perayaan Hari jadi Soppeng (HJS) ke-765 Tahun.(*)
