Iklan

Iklan

PEMKAB

SANTIAJI

Data BPS Soppeng Disorot:Warga Miskin "Dipaksa" Mampu, Bantuan Pangan Melayang ‎

Selasa, 26 Mei 2026, Mei 26, 2026 WIB Last Updated 2026-05-26T14:35:54Z


Soppeng-Di tengah upaya pemerintah pusat melalui Bappenas yang bekerja sama dengan Kemensos RI meluncurkan program bantuan pangan, sejumlah warga di Kelurahan Bila, Kecamatan Lalabata, Kabupaten Soppeng, justru harus gigit jari.
‎Warga yang terindikasi miskin tersebut tidak tersentuh bantuan dan hanya bisa menjadi 'Penonton'.
‎Padahal program ini dirancang sebagai jaring pengaman sosial serta stimulus ekonomi untuk menjaga daya beli masyarakat di masa ketidakpastian.
‎​Salah satu warga Sewo di Kelurahan Bila yang berprofesi sebagai tukang ojek, JMD, menuturkan keluhannya.
‎Ia mengaku sempat menerima bantuan beras selama dua bulan, namun setelah itu bantuan dihentikan total hingga sekarang.
‎​"Kami hanya pernah dapat bantuan selama dua bulan, setelah itu tidak pernah lagi sampai saat ini," ungkap JMD kepada pewarta pada Selasa (26/5). 
‎​Menanggapi keluhan warganya, Plt Lurah Bila, Erwin, mengaku belum mengetahui secara mendalam mengenai sengkarut penyaluran bantuan pangan ini.


Hal tersebut dikarenakan dirinya baru saja mengemban tugas di kelurahan tersebut.‎​"Untuk kepastian datanya, silakan ditanyakan langsung ke Badan Pusat Statistik (BPS) karena program ini menggunakan basis data dari mereka," jelasnya. 
‎​Secara terpisah, Sekjen Lembaga Sipil Independen Nasional (SIN) Sulsel, A. Asis, memberikan kritik tajam terhadap kinerja BPS.
‎Menurutnya, proses validasi data masyarakat yang dilakukan BPS di wilayah Kabupaten Soppeng tidak sesuai dengan fakta di lapangan, sehingga sangat merugikan warga yang benar-benar membutuhkan.
‎​"Ada indikasi kuat bahwa sejumlah warga yang sebelumnya berada di kategori desil 1–4 justru melonjak drastis ke desil 6–10 (mampu). Ini jelas sangat merugikan masyarakat," tegas A.Asis.
‎​Sebagai informasi, program bantuan pangan ini sejatinya bertujuan untuk meringankan beban pengeluaran harian Keluarga Penerima Manfaat (KPM), sehingga pemenuhan kebutuhan pokok mereka tetap terjaga.
‎​Selain untuk mencegah kerawanan pangan dengan memastikan masyarakat rentan mendapat asupan bergizi, program ini juga diproyeksikan sebagai bantalan ekonomi nasional guna menekan angka kemiskinan serta mengendalikan laju inflasi.(*)
Komentar

Tampilkan

  • Data BPS Soppeng Disorot:Warga Miskin "Dipaksa" Mampu, Bantuan Pangan Melayang ‎
  • 0

Terkini

Topik Populer

Iklan