Soppeng-Layanan pencetakan Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-el) di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Soppeng kembali "lumpuh" akibat ketersediaan blangko yang kosong.
Kondisi ini memicu kekecewaan masyarakat yang bergantung pada dokumen kependudukan untuk berbagai urusan administratif.
Situasi kekosongan stok blangko yang sudah dianggap sebagai "penyakit kronis" ini memicu kemuakan warga, yang merasa lelah dengan alasan klasik keterlambatan distribusi dari pusat.
Dampaknya, masyarakat kini terjebak dalam ketidakpastian saat harus mengurus kebutuhan perbankan, melamar pekerjaan, hingga keperluan mendesak lainnya.
"Ini bukan kali pertama kami mendengar alasan stok kosong. Sebagai masyarakat, kami muak dengan ketidakpastian layanan ini," ujar Kama, salah seorang warga yang ditemui di kantor Disdukcapil Soppeng, Selasa (30/6/2026).
Kama, yang akrab disapa Janggoe, menilai terulangnya kekosongan blangko sebagai sinyal lemahnya koordinasi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat.
Ia mendesak agar Disdukcapil tidak sekadar berpangku tangan menunggu kiriman, melainkan harus lebih agresif melakukan langkah antisipasi.
"Hak administratif warga tidak boleh terus-menerus dikorbankan oleh alasan klasik yang sebenarnya dapat dimitigasi sejak awal," tegasnya.
Saat dikonfirmasi, Pelaksana Harian (Plh) Kepala Disdukcapil Soppeng, Musriadi, mengakui bahwa ketersediaan blangko KTP-el saat ini memang sedang kosong. Namun, ia memastikan
bahwa pelayanan administrasi kependudukan tetap berjalan.
"Kami terus berkoordinasi dengan pihak Provinsi. Begitu ada informasi stok tersedia, kami akan langsung menjemputnya agar segera dapat disalurkan kepada warga," tegas Musriadi.
