Soppeng-Tradisi lokal yang semestinya menjadi wadah mempererat kebersamaan dan sportivitas di Kabupaten Soppeng justru ternoda oleh aksi kekerasan.
Lomba Massallo di Gapis Watansoppeng Rabu (12/8/2026), mendadak berubah menjadi ajang adu jotos akibat lemahnya sistem pengamanan di lokasi kegiatan.
Kericuhan yang melibatkan sejumlah peserta dan penonton ini sontak memicu kritik keras dari publik.
Masyarakat mempertanyakan efektivitas pengamanan serta respons para pemangku kebijakan, termasuk menyoroti keberadaan Bupati Soppeng, Suwardi Haseng, saat tradisi daerah tersebut diwarnai aksi kekerasan.
Ajang yang seharusnya menjunjung tinggi nilai budaya dan sportivitas ini lepas kendali akibat minimnya aparat keamanan yang berjaga.
Situasi yang memanas dengan cepat berkembang menjadi baku hantam tanpa adanya petugas yang sigap melerai pada awal kejadian.
Insiden ini kian mempertegas rapuhnya stabilitas keamanan dalam pelaksanaan iven publik di daerah tersebut.
Terlebih, peristiwa ini terjadi di tengah bayang-bayang ketegangan institusional yang sebelumnya sempat mencuat antara pihak Pengadilan Negeri (PN) dan Sekretariat Daerah (Setda) Soppeng.
Saat ini, pihak penyelenggara dan instansi terkait belum memberikan keterangan resmi ataupun tanggapan lebih lanjut mengenai insiden kericuhan tersebut. (*)
