Jeneponto-Kantor polisi bukan cuma soal berkas dan ketegangan, pada Jumat (26/6/2026), jajaran Polres Jeneponto tampil beda melalui agenda "Ngopi Jumat".Kegiatan ini menjadi bukti bahwa di balik seragam cokelat yang gagah, personel Polres Jeneponto juga tahu cara menikmati suasana santai di tengah rutinitas tugas.
Di warung kopi setempat, Kapolres Jeneponto,AKBP Haryo Basuki, bersama Kasat Lantas, AKP Andi Muhammad Yusuf, dan Kasat Reskrim , AKP Nurman Matasa, tampak larut dalam suasana.
Meski cangkir kopi sudah tersaji, namun aroma diskusi jauh lebih kental daripada aroma kafein yang ada.
Kasat Reskrim Polres Jeneponto, AKP Nurman Matasa, dengan gaya khasnya yang santai, mengaku bahwa momen ini adalah "penyelamat" dari rutinitas yang menguras energi.
"Kalau ditanya enak mana kopi atau kasus? Jawabannya jelas kopi. Tapi, bincang-bincang produktif di momen Ngopi Jumat ini justru bikin beban pekerjaan terasa lebih ringan," ujarnya.
Ia mengatakan, guyonan ringan di sela-sela obrolan adalah cara terbaik untuk mencairkan suasana agar koordinasi antar-satuan tidak terasa kaku seperti robot.
"Tena sistin, kita tetap serius menjaga Kamtibmas, tapi kalau komunikasinya kaku terus, nanti malah yang tegang bukan hanya pelaku kejahatan, tapi kita juga," canda AKP Nurman Matasa.
Menurutnya, kegiatan yang penuh tawa ini menjadi bukti bahwa sinergitas Polres Jeneponto tidak harus selalu lewat rapat formal yang membosankan.
Bagi Nurman Matasa, kekompakan yang terbangun lewat "ngopi bersama" adalah modal utama agar tetap semangat memberikan pelayanan prima bagi warga Jeneponto.
"Kopi mungkin bisa habis, tapi semangat pengabdian tidak boleh ikut surut. Semangat itu harus tetap 'ngebul' kapan saja dan di mana saja," jelas sosok yang pernah memimpin Reskrim Polres Soppeng tersebut.(*)
