Soppeng-Pendataan lapangan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) di Kabupaten Soppeng resmi dimulai pada Senin (15/6/2026). Sebagai penanda dimulainya, Kepala BPS Soppeng, Muhammad Rismat, melakukan pendataan perdana kepada Bupati Soppeng, Suwardi Haseng, di Rumah Jabatan (Rujab) Bupati.
Kegiatan pendataan door-to-door ini dijadwalkan berlangsung selama lebih dari dua bulan, yakni mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026.Sebanyak 243 petugas yang akan turun langsung ke lapangan di seluruh wilayah Soppeng.
Menuntut kejujuran data dari masyarakat tentu mudah diucapkan, namun bagaimana dengan sang pemimpin itu sendiri? Menjawab pertanyaan tersebut, Bupati Soppeng, Suwardi Haseng menunjukkan sikap keteladanan dengan menjadi orang pertama yang bersedia didata.
Ia menegaskan bahwa akurasi data sangat menentukan kualitas perencanaan pembangunan di Kabupaten Soppeng.
"Bagi pemerintah, data yang akurat adalah 'kompas' pembangunan. Tanpa basis data yang valid, kebijakan yang diambil berisiko salah sasaran," tegas Suwardi Haseng di sela-sela proses pendataan.
Ia menambahkan, keterlibatan aktif masyarakat dan pelaku usaha dalam memberikan informasi yang jujur sangatlah kkrusial
Sensus ini, menurutnya, merupakan kontribusi kolektif warga dalam merancang masa depan pembangunan Soppeng yang lebih terukur dan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat luas.
"Harapan saya, Sensus Ekonomi 2026 tidak hanya sukses secara administrasi, tetapi juga mampu menghasilkan data berkualitas tinggi.Data inilah yang akan menjadi fondasi kokoh bagi perencanaan pembangunan daerah di masa mendatang," pungkas Bupati.(*)
