Soppeng-Suasana haru dan penuh syukur menyelimuti Gedung Lapatau, Kabupaten Soppeng, pada Selasa (16/6/2026) malam. Kedatangan jemaah haji Kloter 21 menjadi momen yang dinanti, namun ada satu pemandangan yang mencuri perhatian dan meninggalkan cerita unik bagi masyarakat yang hadir.
Bupati Soppeng, Suwardi Haseng, yang hadir di lokasi, justru sempat tidak dikenali oleh warga. Dengan penampilan yang bersahaja dan posisinya yang melebur di tengah kerumunan, sang Bupati sempat dikira sebagai salah satu petugas haji yang sedang bertugas di lapangan.
Alih-alih menempati podium kehormatan yang telah disediakan, Suwardi Haseng memilih untuk turun langsung dan duduk membaur bersama para jemaah di barisan kursi tamu.
Tanpa pengawalan yang mencolok atau prosedur protokol yang kaku, ia menyapa satu per satu tamu Allah yang baru saja menuntaskan rukun Islam kelima di Tanah Suci dengan senyum hangat dan penuh kerendahan hati.
Malam itu, Gedung Lapatau tidak hanya menjadi saksi kembalinya para jemaah ke tanah kelahiran, tetapi juga saksi dari sebuah potret kepemimpinan yang humanis.
Suasana kekeluargaan yang kental menutup rangkaian penyambutan, meninggalkan pesan mendalam bahwa kepemimpinan yang benar-benar menyatu dengan rakyat akan selalu membuahkan kedamaian dan kesan yang tak terlupakan.(*)
