Soppeng-Warga di Kabupaten Soppeng kembali mengeluhkan sulitnya mendapatkan Liquefied Petroleum Gas (LPG) bersubsidi ukuran 3 kilogram.
Kelangkaan yang terjadi dalam beberapa hari terakhir ini membuat masyarakat harus berkeliling dari satu pangkalan ke pangkalan lain, bahkan hingga ke tingkat pengecer, namun tetap kesulitan menemukan stok gas "melon" tersebut.
Kondisi ini diperparah dengan melambungnya harga jual di tingkat pengecer.
Bagi warga yang beruntung menemukannya, mereka harus merogoh kocek lebih dalam karena harga jual yang dipatok sudah mencapai Rp25.000 per tabung.
"Kalaupun ada di pengecer, harganya sudah Rp25 ribu, itupun kalau stoknya ada. Sangat sulit sekali didapatkan sekarang," ujar, April , salah satu warga yang merasa terbebani dengan situasi ini, Minggu (12/7/2026).
Kelangkaan ini diduga dipicu oleh peningkatan permintaan musiman, termasuk penggunaan LPG 3 kg oleh sebagian petani untuk bahan bakar mesin pompa air guna mengairi lahan di tengah musim kemarau.
Akibatnya, stok yang seharusnya diperuntukkan bagi kebutuhan rumah tangga menjadi semakin terbatas.
Kondisi ini tentu sangat menyulitkan warga, terutama pelaku usaha kecil dan keluarga prasejahtera yang sangat bergantung pada gas bersubsidi untuk kebutuhan sehari-hari.
Warga kini menanti langkah nyata pemerintah daerah untuk segera mengintervensi melalui pengawasan distribusi dan operasi pasar, guna memastikan ketersediaan LPG 3 kg kembali normal serta harga kembali stabil sesuai aturan.(*)
