Iklan

Iklan

PEMKAB

SANTIAJI

KAPOLRES SOPPENG

Rakyat Butuh Gas, Bukan Debat Kusir dan Omong Kosong

Senin, 13 Juli 2026, Juli 13, 2026 WIB Last Updated 2026-07-13T07:22:06Z


Soppeng-Label "Hanya untuk Masyarakat Miskin" yang tertera pada tabung gas elpiji 3 kg kini terasa seperti lelucon pahit di Kabupaten Soppeng. 
‎Ketika harga komoditas bersubsidi ini meroket liar hingga menyentuh Rp25.000 per tabung, kata 'subsidi' telah kehilangan maknanya dibajak oleh tata niaga yang disinyalir membusuk dari dalam.
‎​Dampaknya sangat fatal, dapur rakyat kecil terancam berhenti mengepul, sementara roda ekonomi UMKM dipaksa mogok. 
‎Lonjakan harga yang jauh melampaui HET ini jelas bukan sekadar anomali pasar biasa, melainkan indikasi kuat adanya manipulasi terstruktur oleh pihak-pihak yang mencari celah dalam lemahnya pengawasan.
‎​Surianto, salah satu warga yang muak dengan lakon usang ini, menuding langsung ke jantung persoalan. Ia menggarisbawahi bahwa kelangkaan ini adalah produk dari rekayasa distribusi.
‎​"Kami menduga kuat ada permainan kotor dalam rantai distribusi yang sengaja dimainkan untuk meraup laba di atas penderitaan rakyat," tegas Surianto, Senin (13/7/2026).
‎​Pernyataan ini bukan sekadar keluhan, melainkan tamparan keras bagi kredibilitas fungsi pengawasan daerah. 
‎Saat harga di pasar meroket, pangkalan-pangkalan gas mendadak serentak memasang alibi klasik "stok habis". 
‎Ke mana larinya kuota subsidi tersebut jika bukan dialihkan secara ilegal?
‎Sorotan tajam kini tertuju pada Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi, dan UKM (PPK-UKM) Kabupaten Soppeng serta DPRD Soppeng.
‎Di mana keberadaan para pemangku kebijakan saat rakyat terang-terangan diperas oleh spekulan?. 
‎Apakah pemerintah daerah memang tidak mampu mengendus kecurangan yang nyata, atau justru sengaja membiarkannya dengan pura-pura tidak tahu?. 
‎​Rakyat Soppeng sudah lelah dengan pemantauan yang hanya dilakukan dari balik meja atau gedung dewan. Yang dibutuhkan saat ini adalah aksi nyata dan pembuktian terbalik di lapangan.
‎​"Kami butuh aksi nyata, bukan sekadar silang pendapat di ruang digital. Rakyat butuh solusi substansial untuk mengakhiri krisis ini, bukan sekadar janji-janji tanpa bukti," pungkas Surianto. (*) 
Komentar

Tampilkan

  • Rakyat Butuh Gas, Bukan Debat Kusir dan Omong Kosong
  • 0

Terkini

Topik Populer

Iklan