Iklan

Iklan

PEMKAB

SANTIAJI

KAPOLRES SOPPENG

HUT81 KAJARI

HUT81 DANDIM

HUT81 KAPOLRES

Wabup dan Kapolres Soppeng "Mattojang-Mappadendang" di Pesta Rakyat Laringgi ‎

Senin, 31 Agustus 2026, Agustus 31, 2026 WIB Last Updated 2026-08-31T07:10:45Z


Soppeng-Wakil Bupati Soppeng, Selle KS Dalle, hadir langsung di tengah masyarakat Dusun Bera, Desa Laringgi, Kecamatan Marioriawa, untuk memeriahkan pesta adat Mattojang dan Mappadendang, Senin (31/08/2026).
‎​Tradisi Mattojang dan Mappadendang merupakan warisan luhur Suku Bugis yang secara turun-temurun digelar dalam pesta rakyat atau syukuran pascapanen, merepresentasikan wujud syukur sekaligus ujian ketangkasan dan keberanian. 
‎Suasana kian meriah tatkala Wakil Bupati Selle KS Dalle memutuskan untuk turut serta mencoba ayunan tradisional tersebut. 

Diiringi aba-aba warga, tali ditarik perlahan hingga kayu bergoyang dan ayunan membubung tinggi ke udara. 
‎Aksi uji nyali ini sontak memecah sorak-sorai, tepuk tangan riuh, serta gelak tawa hangat dari masyarakat Desa Laringgi.
‎​Tidak hanya itu, kemeriahan acara semakin lengkap ketika Wakil Bupati Selle KS Dalle bersama Kapolres Soppeng, AKBP Hari Budiyanto, turut serta dalam tradisi Mappadendang. 
‎Mengenakan pakaian dinas, keduanya tampak kompak memegang alu (halu) secara bersama-sama untuk menumbuk padi di dalam lesung, diiringi irama alunan bunyi yang khas dan sorak sorai antusias dari warga yang menyaksikan.
‎​Di sela-sela kegiatan, Selle menekankan urgensi menjaga eksistensi adat istiadat di tengah arus modernisasi. 



‎Ia memberikan apresiasi tinggi kepada warga Dusun Bera yang tetap konsisten merawat warisan budaya sarat makna historis tersebut.
‎​"Mattojang bukan sekadar hiburan, melainkan warisan berharga yang mengandung nilai kearifan lokal. Kewajiban kita bersama adalah menjaganya agar tetap hidup dan diwariskan kepada generasi muda," ujar Selle. 
‎​Ia menambahkan, fondasi utama dari tradisi leluhur ini bersandar pada nilai kebersamaan dan gotong royong yang harus terus dipelihara oleh masyarakat modern.
‎​"Kebudayaan adalah jati diri kita. Mattojang dan Mappadendang lahir dari kebersamaan, dan dengan kebersamaan pula kita bisa menjaganya tetap lestari," tegasnya.
‎​Ia juga mengungkapkan bahwa pada masa lampau, tradisi ini tidak hanya diposisikan sebagai sarana rekreasi, melainkan media panjatan doa dan harapan agar kehidupan masyarakat senantiasa dilimpahi keberkahan. 
‎Komitmen pemerintah daerah untuk hadir langsung di tengah masyarakat Marioriawa ini sekaligus ditegaskan sebagai bentuk nyata dukungan terhadap pelestarian budaya lokal.
‎​Lebih dari sekadar perhelatan budaya, momen kebersamaan ini sukses menjelma menjadi ruang silaturahmi tanpa sekat antara pemimpin dan warganya. 
‎Warga mengaku bangga dan terhibur melihat para pemimpin daerah tidak canggung membaur, menikmati tradisi bersama, serta merasakan langsung denyut kearifan lokal yang hidup di Desa Laringgi.
Komentar

Tampilkan

  • Wabup dan Kapolres Soppeng "Mattojang-Mappadendang" di Pesta Rakyat Laringgi ‎
  • 0

Terkini

Topik Populer

Iklan