Soppeng-Di balik gemerlap panggung politik lokal, persoalan mendasar kerap kali luput dari meja birokrasi.
Hal inilah yang mengemuka ketika Ketua DPRD Kabupaten Soppeng, A. Muhammad Farid, turun langsung menyerap aspirasi warga lewat agenda reses di Malaka, Kelurahan Lapajung, Kecamatan Lalabata pada senin (24/8/2026).
Di tengah dialog interaktif tersebut, warga menuntut jawaban nyata atas krisis air bersih, infrastruktur hingga minimnya penerangan jalan yang membayangi keseharian mereka.
Sorotan tajam tertuju pada Kelurahan Lalabata Rilau dan Botto. Warga secara khusus mengungkap keresahan mendalam terkait absennya fasilitas penerangan di sekitar jalan dan area perkuburan.
Titik ini dinilai menjadi salah satu simpul kerawanan yang mengancam rasa aman warga, terutama pada malam hari.
Persoalan ini merupakan kebutuhan dasar paling mendesak yang membutuhkan intervensi struktural pemerintah daerah.
Tak bertele-tele, A. Muhammad Farid memberikan respons terbuka. Politisi Partai Golkar tersebut menegaskan bahwa seluruh catatan lapangan ini tidak akan berhenti sebagai formalitas politik semata, melainkan masuk ke dalam mekanisme kelembagaan DPRD.
Karena itu, ia berdalih bahwa eksekusi lapangan akan dilakukan secara bertahap, disesuaikan dengan skala prioritas dan kapasitas fiskal daerah.
“Aspirasi yang disampaikan tentu akan kami tampung dan perjuangkan sesuai mekanisme yang ada,” ujar Andi Farid.(*)

