Soppeng-Pemerintah Kabupaten Soppeng menegaskan bahwa kecintaan kepada Rasulullah harus dibuktikan lewat produk karya, bukan sekadar pujian lisan.
Hal tersebut disuarakan Asisten Administrasi Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Soppeng, Andi Ibrahim Harta Sanjaya, saat memberi Sambutan di acara Maulid di Kantor Kemenag Soppeng, Minggu (6/9/2026).
Di hadapan para pejabat dan masyarakat, ia mendesak agar nilai-nilai profetik ditransformasikan menjadi motor penggerak inovasi zaman.
“Akhlak Nabi bukan cuma untuk diagungkan dalam ritual, tapi jadi bahan bakar kreativitas untuk menjawab tantangan zaman dan memberi kemaslahatan bagi umat,” cetus Andi Ibrahim.
Bagi Andi Ibrahim, kompas moral yang berpijak pada sifat siddiq, amanah, tabligh, fathonah, serta prinsip khairunnas anfahum linnas (manusia terbaik adalah yang paling bermanfaat) adalah harga mati di tengah era modern yang bergerak liar.
Kemenag Soppeng membuktikan pesan itu lewat eksekusi acara yang out of the box.
Mengusung tema “Meneladani Akhlak Rasulullah SAW Melalui Karya Kreatif, Inovatif, dan Bermanfaat bagi Masyarakat,”.
Panggung Maulid diramaikan dengan peluncuran miniatur Kantor Kemenag Soppeng, Lomba Hias Telur yang kompetitif, hingga guyuran dana zakat dari UPZ Kemenag bagi para mustahik.
Pesan kebersamaan kian tajam ketika Kepala Kemenag Soppeng, Afdal, merangkul unsur lintas agama untuk duduk bersama merawat toleransi.
Rangkaian acara kemudian ditutup dengan ceramah bernas dari Ketua IKA DDI, KH. Arham Basid, yang mengukuhkan satu kesimpulan bahwa Maulid sukses jika jejak langkah Nabi lahir kembali dalam bentuk karya nyata di tengah rakyat.
