Dr.Supriansa, S.H.,M.H.
Jakarta- Di era modern yang serba cepat dan terpapar media sosial, kehidupan orang lain sering kali tampak begitu sempurna, mudah, dan tanpa cela.
Namun, realitas kehidupan membuktikan bahwa setiap individu sejatinya sedang bertarung dengan badai dan ujiannya masing-masing, yang kerap kali tersembunyi rapat di balik senyuman.
Hal ini disampaikan langsung oleh Dr.Supriansa, S.H.,M.H. via akun Facebook pribadinya pada Senin (18/5).Ia mengurai bahwa kecenderungan membandingkan diri dengan orang lain sering kali memicu rasa tidak puas dan rendah diri. Padahal, apa yang tampak dari luar hanyalah sebagian kecil dari potret utuh kehidupan seseorang.
"Setiap orang terlahir dengan paket ujian dan porsi perjuangannya sendiri. Tidak ada kehidupan yang benar-benar tanpa beban; yang membedakan hanyalah bagaimana cara masing-masing orang mengemas dan menghadapi tantangan tersebut," ujar Supriansa.
Dalam pandangannya, anggapan bahwa masalah orang lain lebih ringan sering kali menjadi jebakan psikologis. Kenyataannya, setiap manusia membawa beban, proses, dan tantangannya tersendiri yang tidak selalu tampak di permukaan.
"Keberhasilan seseorang dalam melewati suatu ujian tidak berarti ujian tersebut mudah, melainkan buah dari ketabahan yang terus dipupuk," jelas Supriansa.
Melalui kesempatan ini, ia mengajak kepada seluruh lapisan masyarakat untuk lebih berempati, saling mendukung, dan tidak mudah menghakimi jalan hidup orang lain.
"Ya, karena hidup bukanlah tentang siapa yang memiliki beban paling ringan, melainkan tentang bagaimana kita terus melangkah dengan tangguh di atas jalur perjuangan kita masing-masing," pungkas Supriansa.
