Ketua DPD II Partai Golkar Soppeng, H.Andi Kaswadi Razak , SE.
Soppeng-Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Soppeng, Andi Kaswadi Razak, angkat bicara meluruskan polemik absennya Bupati Soppeng, Suwardi Haseng, dalam acara Konsolidasi Golkar Wilayah Sulsel II di gedung Lapatau pada Sabtu (16/5).
Andi Kaswadi Razak mengatakan bahwa berkembangnya opini yang menyudutkan DPD II Soppeng adalah salah sasaran.
Ia menegaskan , kewenangan undangan ada di DPD I dan acara ini adalah agenda resmi DPD I Golkar Sulawesi Selatan. DPD II Soppeng hanya bertindak sebagai tuan rumah pelaksana teknis. Daftar dan distribusi undangan sepenuhnya merupakan kewenangan DPD I Sulsel.
"Kegiatan ini bersifat konsolidasi internal parpol, bukan agenda pemerintahan. Oleh karena itu, tidak ada relevansinya mengaitkan absennya unsur Forkopimda atau pejabat pemerintah sebagai bentuk pengabaian sengaja,"urai Andi Kaswadi Razak kepada Pewarta pada Senin (18/5).
Selain itu, ia mengungkapkan bahwa sejak awal, panitia telah menyiapkan kursi khusus berlabel nama Suwardi Haseng di barisan depan bersama jajaran pengurus DPD I Golkar Sulsel.
Karena itu, ia meminta semua pihak berhenti membangun narasi provokatif yang dapat memecah belah soliditas kader.
“Jangan tarik masalah teknis komunikasi ini terlalu jauh menjadi isu politik yang merugikan Golkar. Jika ada yang perlu dievaluasi, mari bicara secara internal dengan dewasa. Jangan bangun opini seolah DPD II Soppeng sengaja mengabaikan pihak tertentu,” tegas Andi Kaswadi Razak.
Di luar polemik tersebut, Ketua DPD II Golkar Soppeng itu menyatakan acara konsolidasi yang dipimpin oleh Plt Ketua DPD I Golkar Sulsel, Muhidin Mohamad Said, berjalan aman dan lancar.
"Seluruh kader menyudahi polemik ini dan kembali fokus pada esensi organisasi. Golkar harus menunjukkan kematangan politiknya dengan menyelesaikan dinamika internal secara organisatoris, bukan lewat kegaduhan di ruang publik,"harap Bupati Soppeng periode 2016-2024 ini
