Gorontalo-Jarak ribuan kilometer antara Soppeng dan Gorontalo seakan sirna saat delegasi PENAS KTNA Soppeng disambut hangat oleh Kerukunan Keluarga Soppeng (KKS) di Danau Perintis, Sabtu (20/6/2026).
Pertemuan ini bukan sekadar agenda kunjungan resmi, melainkan sebuah perjumpaan batin antar-sesama perantau yang dipersatukan oleh akar budaya yang sama.
Ketua DPRD Kabupaten Soppeng, Andi Muhammad Farid, tak mampu menyembunyikan rasa harunya di hadapan para tetua dan anggota KKS Gorontalo yang menyambutnya dengan begitu hangat.
Di tengah hangatnya suasana, ia memaknai kembali nilai luhur Bugis yaitu Sipakatau, Sipakalebbi, dan Sipakainge sebagai fondasi yang menjaga ikatan persaudaraan tetap abadi di tanah rantau.
"Pertemuan penuh kekeluargaan hari ini membuat jarak seolah lenyap, kita tidak sedang bertemu orang asing, melainkan bersua dengan keluarga sendiri," ungkap Farid dengan tulus.
Bagi Ir. H. Masali, seorang perantau asal Desa Gattareng yang telah menetap di Gorontalo sejak tahun 1995, kehadiran delegasi dari tanah kelahiran adalah penawar rindu yang sangat ternilai.
Menurutnya, momen ini menjadi pengingat berharga bahwa sejauh apa pun kaki melangkah, tanah kelahiran akan selalu bersemayam di lubuk hati terdalam.
Mase Ali juga mengungkapkan kekagumannya terhadap sosok Andi Muhammad Farid yang hadir dengan penuh kerendahan hati.
"Kehadiran Farid bukan sekadar membawa kabar dari kampung halaman, melainkan penawar rindu yang penuh kesantunan. Ia adalah cerminan didikan orang tua yang sangat menjunjung tinggi nilai silaturahmi," ujar Mase Ali dengan haru.
Pertemuan yang berlangsung hangat ini diakhiri dengan dialog santai dan sesi foto bersama, meninggalkan kesan mendalam bagi seluruh masyarakat Soppeng yang berada di Gorontalo.(*)
