Jeneponto-Tim Pegasus Resmob Polres Jeneponto tengah mendeklarasikan doktrin "Tena Sistin", sebuah komitmen absolut yang menegaskan kebijakan tanpa kompromi, tanpa negosiasi, dan tanpa ampun bagi siapa saja yang berani mengusik kedamaian di tanah Butta Turatea.
Doktrin ini bukan sekadar jargon, melainkan pedoman operasional baru. Polres Jeneponto telah melakukan transformasi pola kerja secara total dengan pendekatan yang jauh lebih ofensif.
Saat ini, setiap jengkal wilayah yang terindikasi menjadi sarang kejahatan maupun jalur pelarian pelaku telah dipetakan dengan presisi tinggi.
Kasat Reskrim Polres Jeneponto, AKP Nurman Matasa, menegaskan bahwa pihaknya menutup celah bagi pelaku kriminal untuk bergerak di Kabupaten Jeneponto.
Dalam keterangannya, Senin (8/6), ia menekankan bahwa kenyamanan masyarakat adalah hak mutlak yang tidak bisa ditawar.
"Jangan pernah berharap ada ruang negosiasi atau celah hukum yang bisa dimainkan. Tena Sistin adalah harga mati," tegas AKP Nurman.
Mantan Kasat Reskrim Polres Soppeng ini melayangkan ultimatum keras kepada seluruh pelaku tindak pidana, mulai dari kasus pencurian, perampokan, hingga aksi premanisme yang meresahkan.
"Kepada para pelaku baik pemain lama maupun yang baru segera menghentikan aksinya sebelum tim di lapangan mengambil tindakan tegas yang lebih ekstrem," harapnya.
AKP Nurman menegaskan bahwa pilihan bagi pelaku kejahatan kini sangat terbatas, berhenti secara sukarela, atau dipaksa berhenti oleh hukum.
"Tidak ada lagi ruang kompromi bagi siapa pun yang berani merusak kondusivitas wilayah Jeneponto. Kami akan pastikan Jeneponto menjadi medan yang sempit bagi pelaku kriminal," pungkasnya.(*)
