Soppeng-Kehidupan masyarakat di Kabupaten Soppeng diwarnai oleh celoteh satir yang mendadak viral di berbagai warung kopi hingga ruang digital.
Narasi kontroversial yang menyebutkan bahwa "mencari janda lebih gampang daripada mencari tabung gas Elpiji 3 kilogram" kini menjadi pelampiasan keluh kesah warga.
Di balik unsur hiperbola tersebut, tersimpan realitas pahit yang harus dihadapi para ibu rumah tangga dan pelaku UMKM setiap hari. Mereka harus memutar otak dan mengantre panjang demi mendapatkan satu tabung gas melon.
"Urusan mencari janda jauh lebih gampang, tinggal tanya tetangga atau lihat di media sosial. Sebaliknya, mencari gas tiga kilogram, keliling satu desa pun hasilnya nihil," ujar April, salah seorang warga, Sabtu (25/7/2026).
Dalam beberapa waktu terakhir, distribusi gas bersubsidi ukuran 3 kg di Soppeng mengalami hambatan serius.
Selain stoknya yang kerap kosong di tingkat pangkalan maupun eceran, harga ecerannya melonjak jauh di atas ketentuan normal hingga mencapai Rp45.000 per tabung.
Menyikapi kondisi tersebut, masyarakat mendesak Pemerintah Daerah dan PT Pertamina (Persero) agar segera menjamin kelancaran pasokan gas bersubsidi ke pangkalan resmi, sekaligus menindak tegas oknum spekulan yang mencari keuntungan pribadi.
Selain itu, mereka mendesak pemulihan harga eceran tertinggi (HET) agar beban ekonomi masyarakat menengah ke bawah tidak semakin terbebani.(*)
