Takalar-Gerakan Aktivis Pemuda Indonesia (GAPI) tak lagi menoleransi praktik maksiat di Galesong Utara. Ultimatum keras resmi dilayangkan kepada Pemdes Tamalate untuk segera mengambil tindakan tegas atas dugaan bisnis prostitusi berkedok 'cafe keluarga' yang kini meresahkan masyarakat.
Sorotan utama tertuju pada Ratu Cafe dan Karaoke Keluarga. Berdasarkan investigasi lapangan GAPI, tempat hiburan tersebut beroperasi secara tidak wajar sejak pukul 17.00 hingga 02.00 WITA.
Fasilitas ruangan kedap suara yang tersedia di tempat tersebut diduga kuat disalahgunakan untuk aktivitas privasi yang melanggar norma susila.
"Setelah jam 10 malam, diduga kuat tempat ini menyajikan minuman keras seperti bir dan anggur merah. Tidak hanya itu, ada penawaran wanita pendamping untuk pengunjung dengan tarif tertentu," ungkap perwakilan GAPI, Aditya.
Ia menegaskan bahwa pihaknya tidak akan tinggal diam melihat wilayah Galesong Utara yang menjunjung tinggi nilai adat dan norma agama dijadikan sarang maksiat dan peredaran barang haram.
"Kami tidak akan membiarkan praktik maksiat merajalela. Sangat disayangkan jika martabat desa yang telah lama terjaga, kini dikorbankan demi keuntungan segelintir pihak yang melanggar hukum dan norma. Harus ada tindakan tegas sekarang juga," tegas Aditya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Pemdes Tamalate diharapkan segera merespons tuntutan warga demi menjaga kondusivitas wilayah.(*)
