Iklan

Iklan

PEMKAB

SANTIAJI

KAPOLRES SOPPENG

HUT81 KAJARI

HUT81 DANDIM

HUT81 KAPOLRES

HUT81 SULTAN

HUT81 DUKCAPIL

HUT81 WAHYU

HUT81 ABBANUANGE

Kasat Reskrim Enrekang "Gercep" Ungkap Kasus Pembunuhan di Bungin

Senin, 24 Agustus 2026, Agustus 24, 2026 WIB Last Updated 2026-08-24T13:34:20Z


Enrekang-Jam terbang tinggi dalam membongkar kasus pembunuhan menjadi taring mematikan bagi Kasat Reskrim Polres Enrekang, AKP Dodie Ramaputra. 
‎Pengalaman itu langsung ia jadikan modal utama untuk merontokkan kasus dugaan pembunuhan berdarah yang menggemparkan Kecamatan Bungin, Kabupaten Enrekang.
‎​Baru saja menakhodai Satreskrim Polres Enrekang, Dodie dan tim setimpalnya langsung digempur perkara berat yang menyita mata publik. 
‎Seorang perempuan berinisial SS ditemukan meregang nyawa secara mengenaskan di kawasan perbukitan terpencil Dusun Banua, Desa Bungin, Jumat (21/8/2026).
‎​Tanpa buang waktu, melalui operasi penyelidikan dan penyidikan yang bergerak cepat, jajaran kepolisian sukses menciduk dan menetapkan pria berinisial MAR sebagai tersangka utama di balik teror maut ini.
‎​Dodie menegaskan, insting dan pengalaman lapangan memang menjadi navigasi awal bagi penyidik. Namun, ia memastikan hukum ditegakkan secara dingin berdasarkan bukti sahih, bukan asumsi.
‎​“Pengalaman adalah radar, bukan vonis. Setiap kasus punya karakteristik brutalnya masing-masing. Semua wajib diuji di atas meja pembuktian, mulai dari lidah saksi, rentetan alat bukti, hingga fakta mentah di TKP,” sergah Dodie tajam.
‎​
‎Teror ini bermula ketika korban tancap gas menuju wilayah Kecamatan Bungin pada Rabu (19/8/2026). Sebelum panggilannya terputus selamanya, korban sempat melakukan kontak terakhir dengan kerabatnya via telepon.
‎​Buru-buru melacak keberadaan korban, penyidik mendapati fakta panas: korban sempat terlihat membonceng misterius dengan seorang pria menunggangi kuda besi Yamaha NMAX hitam, melesat ke arah perbukitan sunyi.
‎​Tanpa ampun, informasi itu dikuliti habis. Polisi langsung mencecar para saksi kunci, menyadap rekaman CCTV, membedah forensik digital, dan menyisir TKP detik-detik jasad korban ditemukan warga tertimbun semak-semak perbukitan Dusun Banua.
‎​Hasil autopsi medis berbicara telanjang, ada robekan maut akibat senjata tajam merobek leher korban, dibarengi hantaman benda tumpul yang meninggalkan memar pekat. 
‎Semua benang kusut itu akhirnya bermuara ke satu titik. MAR, orang terakhir yang bersama korban sebelum maut menjemput.
‎​“Semua puzzle kami banting dan rangkai paksa. Kami tidak bergantung pada satu alibi. Keterangan saksi, rekaman CCTV, jejak digital, hingga hasil forensik medis kami kawinkan untuk membuktikan kejahatan ini,” tegas Dodie. 
‎​Ia memastikan, cengkeraman hukum belum berhenti. Motif di balik pembunuhan sadis ini masih terus dikuliti.
‎​“Motif masih kami dalami secara maraton. Kami tidak akan berspekulasi sebelum semuanya terang benderang. Yang pasti, setiap jengkal fakta harus punya taring pembuktian yang kuat,” tandasnya.
Komentar

Tampilkan

  • Kasat Reskrim Enrekang "Gercep" Ungkap Kasus Pembunuhan di Bungin
  • 0

Terkini

Topik Populer

Iklan