Ketua Dekranasda Soppeng, Hj. Suwarni Suwardi, tampak antusias menyambut para tamu kehormatan. Ia secara langsung memandu para pengunjung menyelami filosofi di balik produk-produk unggulan daerahnya.
"Kita tidak hanya membawa kain, kita membawa identitas. Wastra Kalong Sutra Cantika Sabbena dan kerajinan Otti Dituta adalah pesan bahwa produk lokal kita bisa tampil mewah dengan cara yang ramah lingkungan," ujar Hj. Suwarni di sela-sela pameran.
Kehadiran sosok-sosok penting seperti Selvi Ananda Gibran Rakabuming dan Tri Tito Karnavian di stan Soppeng menjadi penegasan bahwa inovasi wastra berbasis pewarna alami kini menjadi perhatian serius di level nasional.
Puncak penampilan Soppeng terjadi di panggung runway. Koleksi yang dirancang oleh Hj. Nurlela Buheri sukses memukau penonton.
Menggabungkan motif klasik Kalong dan Lagosi, setiap potongan busana yang dikenakan model Riska Nasrika memancarkan aura etnik modern yang elegan.
Transisi dari pola tradisional ke siluet busana kontemporer ini membuktikan bahwa wastra Soppeng sangat adaptif terhadap selera mode masa kini tanpa harus menanggalkan akar budayanya.
Bagi Dekranasda Soppeng, ajang ini bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan gerbang pembuka.
Eksposur yang didapatkan di tingkat nasional, para perajin UMKM Soppeng kini memiliki posisi tawar yang lebih kuat untuk melangkah lebih jauh menuju pasar internasional yang lebih kompetitif. (*)
