Forum musyawarah strategis ini menjadi langkah nyata desa dalam memperkuat komitmen bersama menurunkan prevalensi stunting secara terpadu.
Kegiatan penting tersebut dihadiri oleh Camat Ganra, Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM) Kabupaten Soppeng, serta perwakilan dari Puskesmas Ganra.
Kehadiran berbagai unsur ini mencerminkan kolaborasi lintas sektor yang solid antara pemerintah kecamatan, pendamping pemberdayaan, tenaga kesehatan, dan pemerintah desa.
Kepala Desa Belo, Wahyu Asharie, menegaskan bahwa penanganan stunting tidak boleh dilakukan secara parsial atau terpisah-pisah.
Menurutnya, sinergi yang kuat antarsektor adalah kunci mutlak agar intervensi, baik di bidang kesehatan maupun non-kesehatan, dapat menyentuh langsung akar permasalahan di tingkat keluarga.
"Sinergi lintas sektor menjadi kunci mutlak agar intervensi kesehatan maupun luar kesehatan mampu menguliti akar masalah, sehingga Desa Belo dapat mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, dan bebas dari stunting di masa mendatang," jelas Wahyu.
