Soppeng-Kerusakan parah di ruas Jalan Pekuburan Jeppe, Kelurahan Galung, Kecamatan Liliriaja, Kabupaten Soppeng, kembali memakan korban. Sebuah mobil pikap terjebak di kubangan lumpur tebal pada Jum'at (29/5).
Akibat roda kendaraan amblas total, warga setempat terpaksa turun tangan menggunakan papan dan batang kayu agar mobil bisa dievakuasi.
"Kalau hujan turun, mobil memang sering terjebak. Warga sudah biasa turun ke jalan untuk membantu," ujar Andi Cakra, salah seorang warga di lokasi.
Ia mengaku kondisi memprihatinkan ini telah berlangsung selama puluhan tahun. Saat kemarau jalanan berdebu dan berlubang.
"Saat musim hujan berubah menjadi kubangan lumpur licin yang melumpuhkan aktivitas ekonomi masyarakat,"Andi Cakra.
Kronologi kelumpuhan jalur ini sebenarnya sudah diantisipasi pada
Minggu (24/5), Warga Kampung Ale’e-Lacokkong menggelar aksi gotong royong swadaya.
Dinas PUPR Kabupaten Soppeng sempat menurunkan ekskavator untuk perbaikan, namun dinilai gagal mengatasi akar masalah karena hanya bersifat sementara.
Karena kesal akses logistik terputus, warga akhirnya patungan membeli material timbunan secara mandiri dan meratakannya dengan alat seadanya.
"Kami patungan karena kalau hanya menunggu, jalan akan tambah rusak dan kami terisolasi," pungkas lainnya.
Masyarakat kini mendesak Pemerintah Kabupaten Soppeng dan Dinas PUPR untuk segera melakukan langkah konkret berupa pengaspalan atau betonisasi permanen, bukan sekadar penanganan darurat yang mudah terkikis air hujan.
