Soppeng- Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Soppeng mendadak riuh pada Rabu (20/5/2026). Wartawan Wartasulselnews.com sekaligus anggota Ikatan Wartawan Online (IWO) Kemakmuran, Arizal Akbar, sukses menyita perhatian publik.
Kali ini, ia tampil sebagai pembicara dalam ajang bergengsi Pemilihan Duta Budaya Kabupaten Soppeng yang digelar oleh Ikatan Ana’Dara Kallolo Soppeng.
Bukan materi biasa, pria yang akrab disapa Rizal ini langsung menggebrak dengan topik hangat: “Menjadi Influencer Budaya Strategi Narasi Lokal Menembus Media Global”.
Mengawali sesinya, Rizal langsung membedah konsep dasar dan langkah taktis menjadi seorang influencer.Ia menegaskan bahwa di era digital yang bergerak secepat kilat, profesi ini bukan lagi hal yang asing dan bisa diraih oleh siapa saja. Setiap orang punya peluang emas untuk menjadi figur publik dengan pengikut masif dan pengaruh yang luas.
"Menjadi seorang influencer adalah impian banyak orang karena mereka punya kekuatan nyata untuk memengaruhi keputusan publik lewat kredibilitas, pengetahuan, dan kedekatan emosional dengan audiens," cetus Rizal.
Dalam kesempatan itu , Rizal memberikan catatan keras untuk menjadi influencer budaya bukan sekadar mencari popularitas kosong. Ada tanggung jawab moral yang besar di pundak mereka.
Menurutnya, konten yang diproduksi harus sarat nilai positif dan mampu mengedukasi masyarakat.Ia menyerukan poin krusial untuk menjauhi penyebaran informasi palsu (hoaks), ujaran kebencian, serta konten sensitif yang menyinggung SARA.
"Hal paling fundamental yang wajib dijaga dalam dunia influencer adalah etika," tegasnya tanpa kompromi.
Bagaimana caranya agar budaya lokal Soppeng bisa 'go international'?
Rizal membagikan formula rahasianya bahwa para calon duta budaya harus berani menentukan topik yang spesifik, konsisten memproduksi konten berkualitas tinggi, serta cerdik dalam memanfaatkan jejaring (networking).
Sebagai penutup, ia mengingatkan bahwa di tengah ledakan teknologi saat ini, influencer telah menjelma menjadi peluang karier yang sangat menjanjikan.
"Kesuksesan sejati seorang influencer itu diukur dari konsistensi, keunikan konten, dan seberapa kuat mereka membangun kepercayaan di tengah masyarakat digital. Mereka bukan cuma sekadar terkenal di internet," pungkasnya. (*)
