Iklan

Iklan

PEMKAB

SANTIAJI

Supriansa: Seribu Kawan Sedikit, Satu Lawan Kebanyakan ‎

Minggu, 10 Mei 2026, Mei 10, 2026 WIB Last Updated 2026-05-10T05:48:06Z



‎​Jakarta-Dalam kehidupan yang kerap memanas, filosofi "mencari kawan" menjadi barang mewah yang sering terlupakan. 
‎Namun, bagi Dr. Supriansa S.H.M.H , ia selalu memegang teguh prinsip "Seribu kawan terlalu sedikit, satu lawan terlalu banyak," itu bukan sekadar jargon, melainkan kompas dalam kehidupan sehari-hari. 
‎​Menurut Supriansa, warung kopi seharusnya menjadi panggung untuk merajut silaturahmi, bukan arena untuk memproduksi permusuhan yang tidak berujung.
‎​Bagi pria kelahiran Soppeng ini, satu lawan itu kebanyakan karena dia bisa menyita waktu, pikiran, dan energi yang seharusnya digunakan untuk hal-hal produktif. 
‎Sementara seribu kawan terasa sedikit karena tantangan bangsa ini begitu besar.Sehingga bangsa kita butuh sebanyak-banyaknya tangan untuk gotong royong. 
‎"Perbedaan pendapat adalah hal wajar, namun semua harus kembali menghargai keberadaan orang lain, sekalipun mereka berada di seberang garis ideologi,"urai, Dr.Supriansa saat ngopi bareng dengan Prof Aidir Amin Daud , mantan Irjen Kementerian Hukum dan Ham RI di destinasi Roti Romi Tebet Jakarta Selatan pada Minggu (10/5). 
Komentar

Tampilkan

  • Supriansa: Seribu Kawan Sedikit, Satu Lawan Kebanyakan ‎
  • 0

Terkini

Topik Populer

Iklan