Makassar-Gerakan Mahasiswa Pemuda Elang Timur Indonesia (GMP ELIT) kembali menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Komite Pengelola Program Gizi (KPPG) Sulsel dan Kejaksaan Tinggi Sulsel, Senin (8/6/2026).
Aksi ini merupakan respons atas tidak adanya tindak lanjut konkret pasca-Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan DPRD Sulsel pada 11 Mei lalu.
Berdasarkan investigasi lapangan, GMP ELIT menemukan bahwa sejumlah dapur penyelenggara Program Makan Bergizi (MBG) beroperasi tanpa standar regulasi demi mengejar target percepatan.
Temuan krusial tersebut meliputi:
Ketiadaan PBG dan SLF: Legalitas ruang produksi dan kelayakan struktur bangunan diabaikan.
Abai IPAL: Berpotensi mencemari lingkungan.
Tanpa Sertifikasi Halal: Melanggar hak jaminan produk bagi konsumen.
Karena tidak ditemui pihak KPPG, massa melanjutkan aksi ke Kejati Sulsel untuk mendesak pengusutan tuntas.
Perwakilan Bidang Intelijen Kejati Sulsel, Irwan, menerima aspirasi tersebut dan berkomitmen menindaklanjuti laporan sesuai prosedur hukum.
Ketua Umum GMP ELIT, Satria Pah Levi, menegaskan pihaknya sedang merampungkan bukti pendukung untuk pelaporan resmi. Ia menuntut aparat bertindak objektif tanpa tebang pilih.
"Kami tidak akan membiarkan program yang menyandang label 'nasional' ini dijadikan ajang cari untung dengan mengabaikan nyawa dan hak konsumen,"tegasnya.
Senada dengan itu, Jenderal Lapangan Ryyan Saputra menekankan bahwa tata kelola yang akuntabel adalah syarat mutlak bagi program strategis nasional ini.
"Kami akan terus mengawal kasus ini hingga tuntas demi menjaga transparansi dan akuntabilitas publik,"jelas Ryyan.(*)
