Camat Ganra, Nurul Azmi, dan Bupati Soppeng, H. Suwardi Haseng.
Soppeng-Camat Ganra, Nurul Azmi, langsung menebar sinyal perubahan. Alumni STPDN Angkatan XVIII ini menegaskan bahwa tidak ada waktu untuk bersantai. Ia datang ke Ganra untuk bekerja keras, menggebrak birokrasi, dan menuntaskan persoalan ekonomi masyarakat.
Nurul Azmi menolak pola kerja rutinitas yang monoton. Baginya, sektor pertanian dan perkebunan di Ganra adalah "tambang emas" yang selama ini belum terkelola dengan ketegasan yang cukup.
"Saya tidak datang untuk sekadar duduk di balik meja. Pertanian dan perkebunan adalah harga mati bagi ekonomi Ganra. Saya akan memastikan pemerintah desa, kelompok tani, dan penyuluh bergerak selaras dalam satu komando," tegas Nurul dengan nada lugas.
Ia menegaskan bahwa kebijakan di Ganra akan menjadi cerminan dari visi besar pemerintah kabupaten. Tidak ada lagi program "setengah hati" atau tidak tepat sasaran. Seluruh langkah yang diambilnya harus memiliki dampak ekonomi yang terukur bagi masyarakat.
"Visi Bupati dan Wakil bupati adalah acuan utama. Kami akan memastikan eksekusi di lapangan berlangsung tajam, efektif, dan kesejahteraan petani harus naik kelas, bukan lagi sekadar bertahan hidup," jelas Nurul Azmi dikutif dari Okitanews pada Jumat (10/7).
