Gerakan masif yang dimulai tepat pukul 08.00 Wita ini membuktikan bahwa sinergi antara aparat dan masyarakat bukan sekadar slogan, melainkan aksi nyata di lapangan.
Tanpa menunggu lama, aparat bersama warga langsung bahu-membahu meratakan jalur ekonomi yang selama ini rusak, berlubang, dan menyiksa mobilitas warga.
Aksi lapangan ini digerakkan langsung oleh kekuatan lintas elemen yang solid demi memutus hambatan infrastruktur di wilayah binaan.
Di bawah komando pembinaan teritorial Kodim 1423/Soppeng, aksi ini langsung "menghantam" dua masalah krusial di lapangan tanpa kenal lelah hingga pukul 10.00 Wita.
Penimbunan dan perataan jalur tani sepanjang kurang lebih 50 meter disikat habis agar bebas dari kubangan lumpur, lubang, dan licin. Dahan dan ranting pohon liar yang menghalangi pandangan serta mengancam keselamatan pengguna jalan langsung dibabat habis.
Aksi agresif TNI di tengah rakyat harus memberikan dampak instan dan solutif. Dengan rampungnya perbaikan ini, akses distribusi hasil bumi para petani kini kembali lancar tanpa hambatan.
TNI dan rakyat telah membuktikan bahwa hambatan fisik apa pun bisa dilibas habis jika dikerjakan dengan semangat gotong royong yang solid.(*)
